kuya hejo


Dinosaurus Karnivora Darat -1

Posted in Uncategorized oleh kuyahejo pada April 11, 2012

Tyranosaurus-rex

Tyranosaurus-rex … Dinosauarus ini lebih dikenal dengan nama T-rex. Arti nama Tyranosaurus-rex adalah “KADAL BESAR YANG GANAS”. Kalau dinosaurus ini dilihat dari fosilnya, ahli paleontologi memperkirakan panjangnya dapat mencapai 14 m dan beratnya + 7 ton. Lingkar tengkoraknya + 1,2 m. Tyranosaurus-rex memiliki ekor yang amat besar. Dia juga memiliki kaki belakang yang kuat. Giginyapun amat tajam dan besar. Bahkan panjang giginya dapat mencapai 20 cm. Ditambah lagi dengan rahang bawah yang kuat dan tebal. Jangkauan pandangan kedua matanya berlapis-lapis sangat luas. Karena itu T-rex dapat mengukur jarak mangsanya dengan tepat. Hal-hal itulah yang menyebabkan T-rex dijuluki pemburu ulung.

Compsognathus

Arti nama compsognathus adalah “RAHANG BAWAHYANG SANGAT KECIL”. Ketika dinosaurus ini dewasapun tubuhnya hanya sekitar 60 cm saja. Compsognathus terlihat sangat mungil. Walaupun begitu, compsognathus termasuk golongan karnivora atau pemakan daging. Makanan pokoknya adalah hewan-hewan kecil. Dinosaurus ini tinggal di rawa-rawa.
Jika dilihat dari tulangnya yang halus dan panjang, serta bentuk tubuhnya yang ramping. Compsognathus adalah dinosaurus yang lincah.

Velociraptor

Velociraptor artinya “PENCURI SUPER CEPAT”. Velociraptor pertama kali ditemukan di padang pasir gobi. Panjangnya 2 m, tingginya 1 m, beratnya 15 kg. Velociraptor memiliki otot yang kuat sehingga kecepatannya dapat mencapai 50 km/jam. Saat ini bintang tercepat adalah cheetah yang kecepatannya dapat lebih dari 100 km/jam. Memang cheetah lebih cepat dari velociraptor. Tetapi jika dilihat dari ukuran badan, velociraptor tidak kalah hebat dengan cheetah. Lehernya berbentuk huruf s.  Giginya keluar dari mulutnya dan juga berantakan. Kepala Velociraptor besar.

Giganotosaurus Carolini

Giganotosaurus adalah salah satu dinosaurus karnivora yang lebih besar dari T-Rex. Giganotosaurus ditemukan oleh Ruben carolini di Amerika Selatan pada tahun 1994. Arti nama Giganototsaurus adalah “KADAL RAKSASA DARI SELATAN”. Panjangnya 14 m, beratnya 8 ton, panjang kepalanya 2 m, tetapi otaknya hanya sebesar pisang. Tangannya kecil. Kecepatan larinya dapat mencapai 32 km/jam. Tetapi Giganotosaurus sering kali terjatuh ketika berlari. Tangannya yang mungil tidak dapat digunakan untuk menahan tubuhnya ketika ia terjatuh. Hal itu membuat tulang rusuk giganotosaurus patah. Ekor Giganotosaurus tegak. Ekor tersebut membuat giganotosaurus dapat mendadak berbelok arah saat berlari kencang.

Tyranosaurus-rex

Compsognathus

Velociraptor

Giganotosaurus

Cara Merawat Ikan Pleco

Posted in Uncategorized oleh kuyahejo pada April 1, 2012

Ikan sapu-sapu sering disebut juga ikan pleco. Makanan ikan sapu-sapu adalah mentimun. Selain mentimun, ikan sapu-sapu juga memakan lendir-lendir hewan dan lumut.

Ikan sapu-sapu memiliki 2 alat pernafasan. Alat pernafasan yang pertama adalah insang. Insang digunakan oleh ikan sapu-sapu saat berada di air yang jernih. Alat pernafasan ikan sapu-sapu yang kedua adalah labirin. Labirin adalah alat pernafasan binatang lumpur atau air yang keruh. Karena memiliki 2 alat pernafasan, Ikan sapu-sapu dapat hidup di air dan di lumpur. Jadi, kita tidak perlu menguras air sapu-sapu terlalu sering.

Jeniz-jeniz pleco:

  1. Common pleco
  2. Zebra pleco
  3. Gold Nugger pleco
  4. Scarlet pleco
  5. Shunshine pleco
  6. Medusa pleco
  7. Flash pleco

Pakan :

  1. Algae water
  2. Algae
  3. Sisa pakan ikan
  4. Ikan mati
  5. Timun
  6. Kutu air
  7. Infusoria
  8. dll.

Perkembangbiakan :

Ikan ini dapat dibedakan kelaminnya apabila ikan ini sudah berukuran dewasa. Biasanya dilihat dari kumis yang terlihat pada daerah insang. Biasanya kumis jantan lebih panjang dari pada sang betina
Lanjutan akan segera ditambahkan.

Penyakit :

1.White spot.
Ciri-ciri: Terdapat bercak putih pada bagian tubuh ikan.
Pencegahan : Menjaga kualitas air aquarium,dan menggunakan air yang benar-benar bersih.
Penyembuhan : Penyembuhan paling ampuh menggunakan methlyn biru untuk penyakit ini,dengan menaruhnya di aquarium karantina dan berikan dosis yang sesuai.

2.Infeksi oleh bakteri.
Ciri – ciri : Bentuk mata yang kurang wajar dan tidak aktif berenang
Penyembuhan   : Menggunakan obat Tetracyline.




Perawatan Kura-kura Brazil

Posted in Uncategorized oleh kuyahejo pada April 1, 2012

Kura-kura bernama lain red eared slider ditemukan di Brazil. Kura-kura ini bernama latin Trachemys Scripta Elegans. Perawatannya sangat mudah. Biayanya cukup murah. Ada beberapa tips perawatan kura-kura Brazil.

  1. Jika anda memiliki kura-kura brazil yang ukurannya kira-kira 3 cm, lebih baik disimpan di akuarium. Kedalamannya maximal 20 cm. Ukuran akuarium berkisar antara 75 cm x30 cm. Simpanlah batu didalam akuarium tersebut.
  2. Jika besarnya sudah mencapai 5-10 cm, Pindahkan ke dalam akuarium yang lebih besar. Kedalaman air sudah tidak perlu ditentukan, karena sudah dapat bernang dengan normal. Besar batunya minimal 11 cm. Batu berguna supaya kura-kura dapat berjemur.
  3. Jika besarnya sudah mencapai 20 cm, pindahkan ke dalam kolam atau tempat-tempat besar sejensnya. Tempat untuk berjemurnya bukan batu lagi, tetapi pasir (kecuali pejantan). Itu karena kura-kura sebesar itu sudah dapat menghasilkan telur.
  4. Makanan kura-kura boleh berupa pelet ikan atau pelet kura-kura. Tetapi lebih sehat jika kura-kura memakan makanan alami, contohnya: sayur-sayuran, Buah-buahan, cacing-cacingan, ikan, atau bahkan serangga.
  5. Berikan kura-kura brazil makan antara 2-3 kali sepekan. Untuk kura-kura yang kecil boleh diberi makan rutin setiap hari.
  6. Sumber penyakit dari kura-kura biasanya berasal dari air kura-kura yang kotor dan bau. Jika air kura-kura kotor kemungkinan besar kura-kura akan terserang penyakit. Jika sudah diberi makan atau habis BAB airnya harus diganti.

Cara membedakan kelamin jantan dan kelamin kura-kura Brazil cukup mudah. Anusnya kura-kura jantan berada di ujung ekornya, sedangkan kura-kura betina berada di dekat tempurungnya. Kuku depan kura-kura jantan lebih panjang dari kuku belakangnya, sedangkan kura-kura betina tidak.

Itu saja yang saya ketahui, terimakasih.